Rabu, Desember 2, 2020

Mulyana Wira Kusumah : Dari Pahlawan Demokrasi Berakhir Jadi Pesakitan KPK

Foto Mulyana Wira Kusumah.(newstipikor.com/KPK)

Sebelumnya ia adalah tokoh KIPP (Komisi Independen Pemantau Pemilu) dan staff pengajar FISIP Universitas Indonesia, juga pernah bergiat di Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta.

Tahun 2005 ia dijebak oleh auditor BPK Khairansyah Salman, yang terlibat korupsi Dana Abadi Umat dan Korupsi SKK Migas saat itu.

Pejuang demokrasi ini wafat 1 Desember 2013. Banyak orang mengingat yang jelek-jeleknya saja. Padahal perjalanan panjang perjuangan Mulyana W. Kusumah, sangat besar dalam pembangunan demokrasi di RI.

Mengenang Mulyana adalah mengingat perjuangan melawan penindasan. Aktivis sejak sebagai mahasiswa Kriminologi FISIP Universiatas Indonesia (UI), namanya dikenal luas sebagai aktivis melawan penindasan Orde Baru. Lahir di Bogor 23 November 1948, Mulyana yang mempunyai analisis tajam dalam soal kriminologi, sebagai dosen UI, bukanlah staf pengajar yang menghabiskan waktu di kampus. Ia lebih banyak aktif di luar, berada dalam barisan rakyat tertindas, sehingga gelar akademisnya hanya doktorandus. Tetapi, meski bukan doktor, analisis Mulyana lebih tajam dari sebagian kriminolog yang bergelar doktor bahkan gurubesar. Daya analisisnya, sama tajamnya dalam soal perjuangan melawan penindasan hukum dan politik.

Pada saat meermasalah hukum, Mulyana Wira Kusumahsedang berprofesi  anggota Komisi Pemilihan Umum. Waktu Kejadian Perkara pada tahun 2005 dan dan langsung diputuskan Inkracht pada tahun itu juga 2005. Area korupsi pada saat kejadian di Jakarta dengan jenis Tindak Pidana Korupsi (TPK) adalah Penyuapan

Mulyana Wira Kusumah mendapat dakwaan Pasal 5 ayat (1)  huruf a UU No. 31 Th 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU No. 20 Th. 2001 tentang perubahan atas UU No. 31 tahun 1999 jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 jo Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Dia mendapat tuntutan Pidana penjara  3 (tiga) tahun, dikurangi masa tahanan dengan Denda Rp50.000.000,- subsidair 3 (tiga) bulan kurungan. Biaya perkara dibebankan Rp10.000,-kepada terdakwa.

Putusan di Pengadilan Negeri No: 03/PID.B/TPK/2005/PN.JKT.PST, Tgl. 12 September 2005 langsung diterima tanpa usaha banding. Vonis Pengadilan menetapkan Pidana penjara 2 (dua) tahun, 7 (tujuh) bulan dikurangi masa tahanan. Sedang itu ia Denda Rp50.000.000,- dikenai subsidair 3 (tiga) bulan kurungan dengan ditambahkan biaya perkara: Rp10.000,-.

Deskripsi Kasus

Sekitar bulan Januari atau Februari tahun 2005, bertempat di kantor KPU Pusat, Mulyana mengadakan pertemuan dengan Susongko Suhardjo ( Wakil Sekjen KPU dan Penanggungjawab Kontrak Pengadaan Kotak Suara KPU ) untuk membahas kekhawatiran adanya kemungkinan hasil laporan pemeriksaan investigasi BPK tentang pengadaan kotak suara pemilu 2004 yang menunjukkan adanya indikasi KKN dalam proses pengadaan barang / jasa di KPU. Dari pertemuan tersebut, muncul kesepakatan untuk melakukan pendekatan dengan Tim Pemeriksaan Investigasi BPK.

Tanggal 3 Februari 2005, terdakwa mengadakan pertemuan dengan Khairiansyah Salman ( Tim Pemeriksaan Investigasi BPK ) di kantor KPU Pusat. Terdakwa berjanji akan memenuhi permintaan Tim Pemeriksa Investigasi KPK untuk menyerahkan dokumen yang berhubungan dengan proses pengadaan kotak suara. Tanggal 25 Februari 2005, terdakwa menyerahkan tanggapan tertulis kepada Tim Pemeriksaan Investigasi BPK terhadap permasalahan yang berkaitan dengan proses lelang pengadaan kotak suara.

Pada kesempatan yang sama, Richard Manusun Purba ( Sekretaris Panitia Pengadaan Kotak Suara ) meminta Tim Pemeriksaan Investigasi BPK untuk memberikan “bantuan” dalam proses pemeriksaan. Tanggal 10 Maret 2005, terdakwa bersama dengan Susongko Suhardjo dan Mubari mengadakan pertemuan dengan Khairiansyah Salman di sebuah restaurant di Jakarta. Mereka meminta agar Khairiansyah Salman mau menghilangkan temuan tentang indikasi penyimpangan dalam pengadaan kotak suara dan mereka akan memberikan imbalan sebesar Rp 200 Juta hingga Rp 300 Juta.

Tanggal 3 April 2005, terdakwa bertemu dengan Khairiansyah Salman di sebuah hotel di daerah Slipi. Terdakwa menyerahkan uang senilai Rp 150 Juta kepada Khairiansyah Salman dengan maksud agar Khairiansyah membantu untuk membuat hasil laporan investigasi terlihat bersih dari segala hal yang berhubungan dengan KKN. Tanggal 8 April 2005, terdakwa kembali bertemu dengan Khairiansyah Salman di hotel yang sama. Terdakwa menyerahkan uang senilai Rp 100 Juta kepada Khairiansyah dalam bentuk uang tunai senilai Rp 50 Juta dan 4 lembar Travellers Cheque yang masing-masing bernilai Rp 25 Juta. Sesaat setelah penyerahan uang oleh terdakwa, petugas KPK yang sedari awal telah melakukan pemantauan, masuk ke dalam kamar hotel dan menangkap terdakwa. (Mada)

Related Articles

Kapolres Sulsel Melaksanakan Upacara HUT Korps Polairud ke – 70

NEWSTIPIKOR.COM | Makassar - Kapolda Sulsel Irjen Pol Drs Merdisyam M.Si., melaksanakan upacara peringatan HUT Korps Polairud ke -70 di Aula Polairud Polda Sulsel,...

Kapolres Pangkep Pimpin Purna Bakti Sekaligus Memberikan Penghargaan Kabag Ren Polres Pangkep

NEWSTIPIKOR.COM | Pangkep - Kapolres Pangkep AKBP Endon Nurcahyo, S.I.K memimpin upacara wisuda purna bakti Kabag Ren Polres Pangkep Kompol Sujabmanto di Halaman Apel...

Kunjungan Silaturahmi Kapolres Pangkep Ke Tondong Tallasa

NEWSTIPIKOR.COM | PANGKEP - Dalam kunjungan silaturahmi Kapolres didampingi kamtibmas mengimbau masyarakat agar ikut menyukseskan pilkada,ini dilakukan agar masyarakat tetap menerapkan perotokol kesehatan yang...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest Articles

Kapolres Sulsel Melaksanakan Upacara HUT Korps Polairud ke – 70

NEWSTIPIKOR.COM | Makassar - Kapolda Sulsel Irjen Pol Drs Merdisyam M.Si., melaksanakan upacara peringatan HUT Korps Polairud ke -70 di Aula Polairud Polda Sulsel,...

Kapolres Pangkep Pimpin Purna Bakti Sekaligus Memberikan Penghargaan Kabag Ren Polres Pangkep

NEWSTIPIKOR.COM | Pangkep - Kapolres Pangkep AKBP Endon Nurcahyo, S.I.K memimpin upacara wisuda purna bakti Kabag Ren Polres Pangkep Kompol Sujabmanto di Halaman Apel...

Kunjungan Silaturahmi Kapolres Pangkep Ke Tondong Tallasa

NEWSTIPIKOR.COM | PANGKEP - Dalam kunjungan silaturahmi Kapolres didampingi kamtibmas mengimbau masyarakat agar ikut menyukseskan pilkada,ini dilakukan agar masyarakat tetap menerapkan perotokol kesehatan yang...

Pangdam Hasanuddin Hadiri Grand Opening Olahraga Air

NEWSTIPIKOR.COM | Makassar - Pangdam XIV/Hasanuddin Mayjen TNI Andi Sumangeruka, S.E., menghadiri pelaksanaan grand opening Jet Ski Safari olahraga air Makassar, bertempat di Dermaga...

Kunjungan Kerja NEWSTIPIKOR.COM Keseluruh Polres di wilayah Polda Sulsel

NEWSTIPIKOR.COM | Makassar - Media cetak & online newstipikor.com melakukan kunjungan kerja ke setiap Polres di Kabupaten dan Kota khususnya yang berada di wilayah...