Sabtu, Desember 5, 2020

SELAMATKAN PEREMPUAN ADAT DARI PEMBANGUNAN WADUK LAMBO !

News Tipikor, Nagekeo

Sejak sepanjang tahun 2018, terdapat 326 konflik SDA yang mencakup lebih dari 2 juta hektar lahan dan memakan 178 ribu korban jiwa Masyarakat Adat. Jika Rancangan Undang Undang Masyarakat Adat terus mangkrak dan tak juga disahkan di DPR RI, maka konflik seperti ini akan terus berulang.

Pembangunan waduk Lambo oleh Pemda Kabupaten Nagekeo Provinsi Nusa Tenggara Timur, itu akan berdampak bagi tiga komunitas adat, yakni Rendu, Ndora dan Lambo. Sedikitnya, ada empat tanah pemukiman akan tenggelam yang tersebar di dusun Malapoma; dusun Kadhaebo di desa Ulupulu; dusun Boanai dan dusun Boazea di desa Labolewa. Selain itu, juga akan menenggelamkan enam lahan pertanian yang tersebar di dusun Malapoma; dusun Kadhaebo di desa Ulupulu; dusun Boanai dan dusun Boazea di desa Labolewa; Roga-roga dan Jawatiwa di desa Rendu Butowe.


Warga Tanah Rendu, kecamatan Aesesa, Nagekeo minta bantuan Aliansi Masyarakat Nusantara dan kampanye petisi #RUUMasyarakatAdat

Aktivis Jakob Siringoringo dari AMAN atau Aliansi Masyarakat Adat Nusantara telah melakukan kampanye massif untuk selamatkan adat budaya Indonesia. Bersama keluarga besar AMAN, Jacob berterima kasih buat dukungan untuk petisi #RUUMasyarakatAdat.

“Ada 58 ribu lebih tanda tangan! Kami jadi diingatkan bahwa kami nggak sendirian. Banyak teman-teman yang dukung perjuangan ini”. 

Sambungnya, lewat petisi ini kita menyuarakan hal yang sama. Kita sama sama yakin RUU Masyarakat Adat dibutuhkan sebagai payung hukum. Tujuannya mulia, yaitu untuk menjaga adat budaya Indonesia, menjaga identitas kita yang sangat beragam. Aset berharga Indonesia. 

Memang, perjuangan kita ini masih panjang. Pemerintah belum serahkan Daftar Inventarisasi Masalah (DIM) yang diperlukan kalau kita mau RUU ini maju ke persidangan selanjutnya di DPR. Pemilu kemarin pun sempat mengalihkan perhatian pemerintah dari perjuangan masyarakat adat. 

Nah, untuk kembali mengingatkan, dan mendorong pemerintah untuk segera mengesahkan RUU ini, saya dan AMAN mau mengantarkan suara teman-teman ke Pemerintah dan DPR. Kami akan serahkan petisi ini saat dukungannya genap didukung 50.000 tanda tangan! Tinggal sedikit lagi! 

“Bantu kami  gotong royong tanda tangan dan sebarkan petisi ini, biar pendukung kita tambah banyak dan bisa cepat serahkan petisi ini ke pemerintah. Kita tunjukkan bahwa kita adalah orang-orang beradat, yang berjuang bersama-sama untuk  tujuan mulia.: Himbau Jacob.

 “Mungkin semua orang punya uang. Tetapi, kami hanya punya tanah adat. Perempuan Adat tidak bisa melahirkan tanah. Tanah tetap satu. Manusia akan bertambah banyak. Ketika tanah itu dirampas dari kami, ke mana kami akan pergi?”

Ucapan itu datang dari Hermina Mawa, atau Mama Mince, Perempuan Adat asal Tanah Rendu, kecamatan Aesesa, Nagekeo. Mama Mince adalah salah satu Perempuan Adat Rendu yang menolak rencana pembangunan Waduk Lambo yang dibangun di wilayah tanah adatnya.

Padahal, bagi Mama Mince dan warga Masyarakat Adat lainnya, tanah pemukiman adalah tempat tinggal, tempat menjalankan ritual, tempat pakan ternak, tempat menenun dan juga tempat ibadah bersama. Pembangunan waduk itu juga akan merusak lahan pertanian, hutan adat, mata air, tempat bersejarah, dan bahkan makam leluhur Masyarakat Adat Rendu.

Bagi Mama Mince yang seorang ibu rumah tangga, tanah peninggalan leluhur adalah satu-satunya harta berharga miliknya untuk hidupi anak-anaknya, setelah suaminya meninggal 14 tahun yang lalu.

Ironisnya, pembangunan waduk Lambo tersebut terus dilakukan meski tanpa persetujuan atau proses konsultasi yang jelas ke komunitas adat. Bukan menolak pembangunan, Mama Mince dan komunitas adat yang tergabung dalam Forum Penolakan Pembangunan Waduk Lambo hanya meminta agar lokasi waduk dipindahkan ke lokasi lain yang lebih layak di Lowo Pebhu atau di Malawaka yang juga berada di wilayah adat Rendu.

Bertahun-tahun Mama Mince perjuangkan hak atas tanah adatnya. Berkali-kali juga, Mama Mince alami tekanan, teror, diskriminasi, termasuk kekerasan fisik. Puncaknya, adalah ketika Mama Mince nyaris dicekik oleh aparat saat melakukan aksi penolakan waduk Lambo pada pada 12 April 2018. Kejadian itu disaksikan langsung oleh anaknya.

Tak berhenti karena teror, bermodalkan suara tanpa senjata. Mama Mince bersama dengan para mama–mama, Perempuan Adat Rendu, Ndora dan Lambo terus melawan.

Perjuangan Mama Mince dan komunitas adat Rendu juga tidak berhenti hanya di daerah, mereka juga datang ke Jakarta menuntut keadilan. Mereka beraudiensi ke Ombudsman dan Panitia Piutang Urusan Negara (PUPN). Mereka juga datangi Kantor Staf Presiden (KSP) pada 2018, dan bersurat Kepada Presiden Joko Widodo. Namun, sayangnya hingga kini belum ada penyelesaian.

Kasus yang dialami oleh Mama Mince ini hanyalah satu dari ribuan kasus konflik lahan dan ketidakadilan yang telah berlarut-larut yang dialami oleh Perempuan Adat akibat ketiadaan payung hukum bagi Masyarakat Adat.

Tandatangani dan sebarkan petisi ini agar pengesahan RUU Masyarakat Adat segera disahkan!

Kontributor : Sherly Ade

Related Articles

Harapan dan Himbauan Kadistrik Wania

NEWSTIPIKOR.COM | MIMIKA - UMKM merupakan suatu usaha perdagangan yang dikelola oleh perorangan atau juga badan usaha yang dalam hal ini termasuk juga sebagai...

Milenial Towuti Bersatu Dukung Husler-Budiman

NEWSTIPIKOR.COM | Luwu Timur - Mendekati Perhelatan Pilkada Luwu Timur, dukungan kepada pasangan calon Bupati Wakil Bupati Ir. H. Muh. Thorig Husler dan Drs....

Polres Kuansing Netral Hadapi Pilkada

NEWSTIPIKOR.COM | RIAU - Pada 9 Desember 2020 hari yang ditunggu-tunggu oleh warga masyarakat Kabupaten Kuantan Singingi, tentunya untuk turut memberikan hak suara dalam...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest Articles

Harapan dan Himbauan Kadistrik Wania

NEWSTIPIKOR.COM | MIMIKA - UMKM merupakan suatu usaha perdagangan yang dikelola oleh perorangan atau juga badan usaha yang dalam hal ini termasuk juga sebagai...

Milenial Towuti Bersatu Dukung Husler-Budiman

NEWSTIPIKOR.COM | Luwu Timur - Mendekati Perhelatan Pilkada Luwu Timur, dukungan kepada pasangan calon Bupati Wakil Bupati Ir. H. Muh. Thorig Husler dan Drs....

Polres Kuansing Netral Hadapi Pilkada

NEWSTIPIKOR.COM | RIAU - Pada 9 Desember 2020 hari yang ditunggu-tunggu oleh warga masyarakat Kabupaten Kuantan Singingi, tentunya untuk turut memberikan hak suara dalam...

Kampanye Milenial Nuha Towuti

NEWSTIPIKOR.COM | Luwu timur - Mendekati berakhirnya masa kampanye Pilkada Luwu Timur, tim kampanye Pasangan Calon Bupati Wakil Bupati Husler-Budiman menyasar pemilih pemula di...

DISHUB Lakukan Pengendalian Transportasi

NEWSTIPIKOR.COM | Takalar - Dalam rangka pencegahan covid - 19, syamsuddin Habib S.E,selaku koordinator mengatakan Dinas Perhubungan akan melakukan pengendalian traspotasi untuk seluruh wilayah...